Haid tidak berhenti dan banyak mengeluarkan darah

Posted by Ana Tardiana on 10.37 with 4 comments
Haid yang dialami setiap wanita sangat berpariasi dan beranekaragam,salah satu nya adalah seorang wanita yang mengalami haid lebih dari 7 hari dan darah yang keluar lebih banyak tidak seperti  biasanya.untuk anda yang mengalami    hal seperti ini pasti anda akan merasa panik dan khawatir apalagi kalau pertama kali haid wahh...bisa repot nichh..,untuk mengurangi rasa ke khawatiran anda saya akan mencoba sedikit memberi info tentang hal tersebut ,selamat membaca dan semoga bermanfaat

Pada umumnya sirkulasi  haid berlangsung normal antara 21-35 hari selama 2-8 hari dan banyaknya kotoran darang yang keluar pada saat haid 25-80 ml/perhari
Menoragia merupakan sutu kelain haid/mensturasi dimana pendarahan yang keluar pada saat haid lebih dari 80ml/perhari,.sementara haid yang berlangsung lebih dari 7 hari disebut hipermenorea

Karna banyak nya darah yang keluar dan berkepanjangan hal tersebut akan memicu terjadinya anemia diantaranya adalah:badan mudah lelah,wajah menjadi pucat,nafas menjadi lebih pendek,sakit kepala,depresi,kosentrasi menurun,dll

          Gejala yang sering dialami penderita menoragi sbb:
  • Penderita sering mengganti pembalut hampir 1jam sekali
  • Darah yang keluar dapat berupa  gumpalan
  • Memakai pembalut ganda pada saat tidur
  • Haid terjadi lebih dari 1 minggu
  • Terdapat tanda-tanda anemia
        
          Penyebab terjadinya Menorragia
a. adanya kelainan organik 
infeksi saluran reporduksi
kelainan koagulasi, misal : akibat von willebrand disease, kekurangan protrombin, idiopatik trombositopenia purpura (ITP), dll
Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau gagal ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.

b. Kelainan hormon endokrin misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal, tumor pituitari, siklus anovulasi, Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS), kegemukan, dllc. Kelainan anatomi rahim seperti  adanya mioma uteri, polip endometrium, hiperplasia endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.
d. Iatrogenik : misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obat-obatan anti-inflamasidan obat-obatan antikoagulan

    Pengobatan
    Pengobatan menorrhagia sangat tergantung kepada penyebabnya. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, tes pap smear, biopsi dinding rahim, pemeriksaan USG, dan lain sebagainya. Jika menoragia diikuti oleh adanya anemia, maka zat besi perlu diberikan untuk menormalkan jumlah hemoglobin darah. Terapi zat besi perlu diberikan untuk periode waktu tertentu untuk menggantikan cadangan zat besi dalam tubuh.  

    Selain itu, menorrhagia juga dapat diterapi dengan pemberian hormon dari luar, terutama untuk menorrhagia yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal. Terapi hormonal yang diberikan iasanya berupa obat kontrasepsi kombinasi atau pill kontrasepsi yang hanya mengandung progesteron. 

    Menorrhagia yang terjadi akibat adanya mioma dapat diterapi dengan melakukan terapi hormonal atau dengan pengangkatan mioma dalam rahim baik dengan kuretase ataupun dengan tindakan operasi

    Categories: